wilujng tepang

wilujng sumping di blog abdi.. nu sakieu buktosna.. nyanggakeun sa aya aya wee.. da sakieu ayana. maklum masih di ajar.. heheee..

Sabtu, 05 Mei 2012

RANCA BALI

Perkebunan Rancabali terletak di Kecamatan Ciwidey Kabupaten Bandung KM about50 di sebelah selatan Bandung. Luas wilayahnya pada ketinggian 1628 m di atas permukaan laut. Perkebunan di kaki gunung Patuha mengelola dua komoditas yaitu teh dan kina Perkebunan Rancabali memiliki dua pabrik, yaitu pabrik pengolahan teh CTC dan Pabrik Pengolahan Teh Ortodoks.

SITU SUKA RAME

Situ Sukarame Danau /Situ Sukarame adalah sebuah danau yang terletak di sebelah selatan kaki Gunung Salak , tepatnya di Kecamatan Parakan Salak , Kabupaten Sukabumi . Air di situ ini jernih. Sekeliling situ ini dipagari oleh hutan damar , hutan pinus , dan kebun teh . Pada masa penjajahan, orang orang kolonial Belanda menyebutnya Park Under Salk yang artinya taman dibawah gunung salak , hanya karena salah dengar, masyarakat setempat menyebutnya Parakan Salak hingga sekarang. Sejarah Danau / Situ Sukarame bukanlah situ alam melainkan situ buatan, pada saat masa penjajahan kolonial Belanda . Sedang Sukarame adalah nama sebuah kampung yang ada di dekat situ/danau tersebut. Awalnya hanya hutan rimba, yang pertama kali menempati daerah tersebut yaitu Ama Sadarina seorang pimpinan tentara Kerajaan Mataram yang bersembunyi karena diburu oleh kolonial Belanda . Sejak saat itu, tempat tersebut menjadi ramai, sebab Ama Sadarina membuka perguruan ilmu Kadigjayaan, hingga tempat tersebut dikenal dengan sebutan kampung Sukarame. Alkisah, Sukarame adalah tempat bertemunya 7 sungai. Yakni sungai Cikahuripan, sungai Cisalada, Sungai Citaman, Sungai Cisarandi, Sungai Cimaci, Sungai Cipangelah dan Sungai Cisela. Tuan Hola, yaitu Bangsa Belanda yang saat itu mempunyai ambisi untuk membendung sungai-sungai tersebut dimaksud dijadikan telaga untuk berlayar. Tuan Hola pun membuat Sayembara , Barangsiapa yang mampu membendung sungai-sungai tersebut, maka akan diberi pangkat tertinggi. Yang sanggup hanya ada satu orang, yaitu tetua kampung yang bernama Ki Ama Mules yang mempunyai ilmu hebat dan sakti mandraguna. Pengerjaan situ tersebut selalu tengah malam, sebab Ki Ama Mules dibantu oleh bangsa Siluman . Kurang dari Satu bulan, situ pun sudah hampir selesai. Namun anehnya, bendungan longsor kembali terus menerus, hingga pada akhirnya meminta bantuan kakak seperguruannya yaitu Ama Imur dari Salajame. Dan Ki Ama Imur memberitahukan bahwa Ular hitam yang dibunuh oleh Ki Ama Mules itu adalah Ander Cahya Ular Siluman, rajanya para siluman yang menguasai tempat tersebut yang merupakan suaminya Dewi Purbasari

KAWAH PUTIH

Kawah Putih adalah sebuah daerah wisata di Daerah Ciwidey, Bandung Selatan, Jawa Barat. Kawah Putih adalah sebuah kawah yang terdapat di puncak Gunung Patuha, kawah ini digenangi oleh sumber mata air yang turun mengalir kearah kawah sehingga kawah terisi air dan membentuk sebuah danau yang airnya hangat. Permukaan kawah pada umumnya berbatu dan pasirnya berwarna putih sehingga dikenal dengan sebutan sebagai Kawah Putih. Kawah Putih terbentuk dari letusan Gunung Patuha pada abad X dan abad XII. Kawah Putih terkenal akan keindahannya yang mempesona dan eksotis sehingga akan membuat terkagum-kagum bagi siapapun yang datang mengunjunginya. Gunung Patuha mempunyai ketinggian 2.434 meter diatas permukaan air laut danketinggian Kawah Putih adalah 2.194 meter diatas permukaan air laut. Temperatur udara di waktu pagi di puncakGunung Patuha adalah cukup dingin yaitu berkisar antara 15 ºC sampai 20 ºC. Kawah Putih merupakan kawasan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan karenakeindahan alamnya yang begitu mempesona, layaknya seperti sebuah lukisan pemandangan alam yang indah nan menawan hati. Hal –Hal Yang Menarik Pengunjung : Kawah Putih mempunyai keunikkan yaitu diatas air danaunya terdapat asap yang mengepul dan air danaunya dapat berubah-rubah warna menurut kondisi cuaca, air yang berwarna putih adalah yang sering ditemui, terkadang air berwarna coklat susu, berwarna hijau apelserta kebiru-biruan. Kawah Putih karena keindahannya sering dijadikan sebagai tempat pemotretan dan merupakan salah-satu tempat yang disukai oleh para pencinta fotografi. Perjalanan menuju Kawah Putih Rute perjalanan: Jakarta – Tol Cipularang – Ke Pintu Keluar Tol Kopo – Kota Soreang – Kota Ciwidey – Menuju Pintu Gerbang Masuk Kawasan Wisata Kawah Putih. Rute perjalanan: Bandung – Kota Ciwidey – Menuju Pintu Gerbang Masuk Kawasan Wisata Kawah Putih. Fasilitas Yang Tersedia Disekitar pintu gerbang masuk Kawasan Wisata Kawah Putih tersedia villa-villa yang bisa disewa oleh wisatawan. Tidak jauh dari Kawah Putih tersedia tempat parkir yang luas, transportasi transit ke kawah, mushala, pusat informasi, warung makan, kios-kios cinderamata, pedagang buah strawberry. Saat Terbaik Untuk Berkunjung Ke Kawah Putih Saat terbaik untuk berkunjung ke kawasan wisata Kawah Putih adalah dimusim kemarau. Perlengkapan Yang Wajib Dibawa Untuk melindungi diri dari udara dingin adalah perlu untuk membawa jaket yang tebal atau baju hangat, penutup kepala, kaos tangan, syal untuk penghangat leher serta bekal makanan dan minuman secukupnya. Bawalah masker atau penutup hidung jika alergi terhadap bau belerang karena kadang-kadang bau belerang tercium sangat menyengat. Yang Harus Menjadi Perhatian Dikawasan ini, untuk sebagian orang mungkin bau belerang yang tercium akan menyebabkan batuk-batuk. Dikawasan ini hujan bisa turun kapan saja,sehingga jika perlu lindungi alat-alat atau barang-barang bawaan yang mudah rusakjika terkena air hujan. Kawasan Wisata Kawah Putih adalah sebuah obyek wisata didaerah Jawa Barat yang layak untuk dikunjungi baik oleh wisatawan dalam negeri maupun wisatawan mancanegara. Pengunjung dapat berkunjung setiap harinya ke Kawasan Wisata Kawah Putih (Senin s/d Minggu) mulai dari jam 07.00 WIB sampai dengan jam 17.00 WIB.

WADUK DARMA

Waduk Dharma Objek wisata ini terletak pada lintasan jalan raya Cirebon - Kuningan – Ciamis. Waduk Dharama selain berfungsi sebagai bendungan berfungsi juga sebagai tempat rekreasi yang dilengkapi dengan areal perkemahan, cottage, perahu motordan kolam renang. Tempat ini terasa kian mempesona ketika senja hari, karena dari sini kita bisa menyaksikan sang surya tenggelam dengan jelas...

LOJI

Wisata bersama keluarga ke daerah Karawang, lebih tepatnya Karawang Loji. di sana katanya ada restoran yg enak. maka dari itu keluarga yg sangat hobi akan wisata kuliner pasti berencana ke sana. jalan yang harur dilalui cukup susah karena jalan yang rusak dan sempit, kira2 perjalanan di tempuh selama 1 jam setengah, kita sampai di curug Cigeuntis. pemandangan disana cukup membuat mata terkagum-kagum belum dengan udara yang segar. Selain restoran disana juga ada sejenis Waterboom, ATV, outbond, dan villa untuk menginap. seperti biasa keluarga yg suka kuliner pasti akan memesan ikan Nila dan ikan Mas aneka rasa. ada yang di bakar, di goreng, di bumbu macam-macam dan makanan seafood. cukup menyenangkan di sana.. ada rencana mengajak teman-teman ke sana untuk mencoba permainan lainnya...?

SITU KAMOJING

Untuk warga Karawang dan Purwakarta, Situ Kamojing adalah tempat yang cukup eksotis yang berada di perbatasan kedua kabupaten ini.Terletak di Kecamatan Cikampek, Desa Kamojing, situ ini menawarkan pesona alam dan potensi wisata yang menjanjikan. Situ Kamojing yang memiliki luas sekitar 5 hektare, di musim hujan seperti saat banjirkamarin, air situ bahkan bisa meluber keatas jalan, namun di musim kemarau parah air situ sebaliknya bisa jadi kering dan saat itu sering juga dimanfaatkan warga setempat untuk dijadikan lahan bercocok tanam. Jika dilihat dari stuktur dan infrastuktur yang ada, situ ini sangat biasa, bahkan belum menjadi tempat wisata karena itulah tidak ada pengelolaannya, apalagi tiket masuk. Namun, hal itulah yang menjadi kelebihan lainnya. Sifatnya yang alami, malah menarik khususnya muda-mudi untuk memadati tepian situ, dari mulai aktivitas olahraga, bercengkrama, hingga tempat berpacaran ria. Apalagi di sore hari, saat-saat menjelang matahari terbenam yang menawarkan pantulan sinar matahari yang maha indah di permukaan situ. Selain hamparan situ yang dapat dinikmatisecara cuma-cuma, ditempat ini para pengunjung pun bisa menyantap jajanan yang dijajakan para pedagang disana yangbelum begitu banyak. Salah satu yang menarik adalah sate maranggi daging sapidan es kelapa muda. Jajanan murah meriah, namun begitu nikmat disantap ditepian situ terutama disore hari diiringi semilir angin yang bersahabat. Menurut ketua RW setempat dan salah seorang pedagang yang juga warga asli sana, konon situ ini dikenal dihuni oleh Buaya Buntung. Sebuah mitos yang mengakar di masyarakat setempat yang kebenarannya tentunya tidak bisa dicerna dengan akal sehat. Namun, menjadi sebuah tanda bahwa di daerah ini memang hal-hal yang bersifat buhun dan bahkan mistis begitu kental. Tapi lagi-lagi hanya berdasarkan cerita lisan dari mulut ke mulut. Menurut keterangan Kosim, ketua RW setempat, rencananya di tahun 2010-2011 mendatang situ ini akan dibangun seperti halnya Situ Buled di Purwakarta. Setidaknya, dibanding dulu saat ini pun pengelolaan situ ini sudah mulai dilakukan dengan menempatkan seorang petugas resmi dari kecamatan, untuk merawat situini terutama dari rumput liar dan mengalirkan pintu air yang mengarah ke arah Ciranggon dan Rawamerta. Kedalaman situ ini berkisar antara 14 hingga 10 meter. Sayangnya memang disana tidak ada keterangan tentang kedalaman ini. Alhasil, seperti yang diungkapkan Kosim, situ ini tiap tahunnya selalu menelan korban jiwa 1-2 orang, yang rata-rata adalah pelajar yang berenang sepulang sekolah di tepian situ. Korban yang disatu sisi diyakini berkaitan dengan Mitos Buaya Buntung, namun disisilain secara akal sehat adalah hal yang wajar dikala situ ini memang memiliki kedalaman hingga 14 meter. Khusus di malam minggu, waktu dimana muda-mudi baik dari Karawang maupun Purwakarta rata-rata membutuhkan tempat yang enjoy, keramain situ ini seperti yang dikatakan oleh Ucup, penjual sate maranggi, bisa sampai pukul 1 hinggapukul 2 dini hari. Sebuah tempat yang nyaman untuk bersantai, murah meriah dan tentunya memiliki pesona yang alami.

TELAGA REMIS

TELAGA REMIS sebuah obyek wisata terletak di Desa Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jabar. Sebagai salah satu obyek wisata di daerah Kabupaten Cirebon, Telaga Remis selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik masyarakat Cirebon sendiri ataupun luar Cirebon. Telaga Remis ternyata mempunyai arti tersendiri, nama Talaga Remis tersebut diambil dari binatang sejenis Kerang bewarna kuning yang banyak hidup disekitar talaga, binatang tersebut dikenal dengan sebutan “REMIS”. Terdapat 8 telaga yaitu : Telaga Leat, Telaga Nilem, Telaga Deleg, Situ Ayu Salintang, Telaga Leutik, Telaga Buruy, Telaga Tespong, dan Sumur Jalatunda. Objek Wisata Telaga Remis menyimpan keanekaragaman flora dan fauna, terdapat kurang lebih 160 jenis tumbuhandiantaranya sonokeling, malaka, kosambi dan lain-lain. Salah satu daya tarik tempat ini adalah adanya satu jenis tumbuhan langka yaitu “Pisang Hyang”.menjadi obyek wisata budaya yang cukup terkenal baik di dalam negeri maupun mancanegara. Telaga Remis Sendiri saat ini di kelola olehPT. Perhutani Kabupaten Cirebon, selain menawarkan keindahan telaga juga terdapat hutan yang tumbuh lebat di areal obyek wisata. Hal ini tentunya menambah hijaunya pemandangan di sekeliling kawasan obyekwisata tersebut. Untuk bisa menuju kekawasan telaga parawisatawan harus melewati pos atau pintumasuk yang dijaga oleh petugas dengan membayar Rp5000 per orang dewasa, sedangkan untuk anak-anak Rp2.500. Setelah melewati pintu masuk para wisatawan harus menelusuri jalan yang sedikit menanjak dan bisa dilalui oleh kendaraan baik motor atau mobil. Hijaunya pepohonan yang tumbuh lebat menambah suasana bertambah sejuk ini terlihat di sepanjang jalan menuju kawasan obyek wisata Telaga Remis. Selain itu juga adanya pasilitas yang disediakan oleh pihak pengelola seperti, musholla, hiburan musik yang biasa diadakan setiap hari minggu, serta warung yang menawarkan berbagai macam makanan dan minuman. Juga adanya perahu untuk kita bisa menikmati keindahan di tengah telaga sambil bercengkrama bersama keluarga ataupun dengan pasangan. Talaga Remis merupakan perpaduan antara pesona alam pergunungan hutan serta air talaga yang jernih, bening laksana kaca didukung udara pergunungan yang sejuk menantang untuk berwana wisata menguak misteri hutan. Fasilitas yang tersedia adalah perahu motor, sepeda air, saung dan jalansetapak. Ditempat ini dapat pula bersantai dan menikmati jajanan yang tersedia. Indahnya panorama Telaga Remis, menjadi daya tarik tersendiri buat wisatawan yang ingin berkunjung ketempat tersebut. Lingkungan Alam Fisik Talaga Remis adalah sebuah danau alam yang terletak didesa kaduela kecamatan pasawahan. Talaga Remis merupakan merupakan tempat rekreasi sangat sejuk, rindang dan asri. Konfigurasi umum lahanini berbukit-bukit, dengan kemiringan lahan agak curam, stabilitas tanah sedang, dan daya serap tanah baik, serta kualitas lingkungan cukup. Serta didaerah ini terdapat tumbuh-tumbuhan tropis berhawa sejuk cocok untuk perkemahan.Luas lokasi sekitar 28 ha. Alamat : Kaduela Kecamatan : Pasawahan Jenis Wisata : Rekreasi Daya Tarik : Perkemahan, Kolam renang, tempat rekreasi Jarak Tempuh : 25 km dari Kecamatan Mandirancan, Kuningan, Jawa Barat Aspek Khusus Fasilitas yang tersedia disini adalah sepeda air, perkemahan, perahu, gedung, panggung hiburan 2 tempat, Mushola, Toilet dll. Talaga remis dikelola oleh 2 pihak yaitu Pihak swasta ( KBM ) kesatuan bisnis mandiri dan Perum perhutani. TARIF MASUK DAN FASILITAS Tiket Masuk Harga - Dewasa Rp. 5.000 / orang - Motor Rp. 1.000 - Mobil Rp. 2.500 - Mobil roda 6 Rp. 5.000 Aksesibilitas Untuk menuju tempat wisata Talaga remisini dapat menggunakan kendaraan pribadiyang akan menempuh jarak 25 km dari Kecamatan mandirancan,12 km dari palimanan dan 40 km dari kuningan. sarana transportasi umum yang ada padaumumnya adalah colt.

CURUG CIGENTIS

Curug Cigentis yang berada di Kaki Gunung Sanggabuana adalah wisata alam kebanggaan Karawang. Selain masih alami, curug ini pun sekaligus menjadi simbol dari sisa-sisahijaunya Karawang ditengah semakin panasnya sebagian besar wilayah Karawang. Curug ini terletak di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru yang berjarak sekitar 44 km dari Pusat Kota Karawang. Untuk mencapai curug ini Anda bisa mengikuti rute sebagai berikut : Untuk kendaraan roda empat : *. Karawang – Jalan tol – Kantor Asper lk 30 km *. Kantor Asper – Parakan Badak lk 10 km *. Parakan Badak – Jayanti lk 3,5 km *. Jayanti – Curug Cigentis lk 1,5 km (jalan setapak) Untuk kendaraan roda dua : *. Jakarta – Cibubur – Cariu – Pasar Loji – Curug Cigentis “Visual lansekap menuju lokasi cukup menarik dan menantang berupa pegunungan dan persawahan dan perkampungan penduduk yang masih tradisional. Potensi visual lansekap di dalam kawasan yang mempunyai karakteristik yang khas dengan curug dan lembah pada hutan lindung dengan keanekaragaman jenisnya yang cukup tinggi, diantaranya pohon Rasamala, Puspa, Kibanen dan Pakis, jenis-jenis pisang dan bambu,” . Curug Cigentis merupakan objek wisata alam dan sekakigus budaya yang masih memerlukan perhatian lebih dan dimaksimalkan potensinya yang belum sepenuhnya tergali. Curug karunia Sang Pencipta bersama kemegahan Gunung Sanggabuana yang menjadi perbatasan Karawang dengan Bogor dan Cianjur. Gunung yang memiliki berbagai kekayaan alam dan menjadi aset yang harus dilindungi apalagi ditengah kabar-kabar miring bahwa mulai terancamnya kawasan hijau ini dari tangan-tangan tidak bertanggungjawab.

CURUG GOROBOG

Curug Gorobog Pesona wisata tersembunyi di kota Sumedang Kota sumedang sudah sejak lama, terkenalsebagai salah satu kota penghasil tahu terbesar di indonesia. selain itu kota ini di kenal pula, memiliki tradisi budaya sunda yang kental. Namun perjalanan kali ini,tidak akan mengulas keunikan tradisi leluhur sumedang. Perjalanan kali ini,di arahkan menuju daerah sumedang selatan,tepat nya mengunjungi wilayah desa citengah. Di sepanjang perjalanan,pemandangan khas pedesaan tanah pasundan menyambut dengan ramah. Daerah sumedang memiliki pemandangan alam masih alami,topografi lahan pertanian berpadu dengan perbukitan menciptakan sesuatu yang indah, sulit di ungkapkan dengan kata kata. Sebuah curug atau air terjun,adalah tujuan perjalanan kali ini. Masyarakat setempat menamakan nya Curug Gorobog ,dari pusat kota sumedang bisa di tempuh menggunakan berbagai kendaraan,denganjarak lebih kurang 15 kilometer, sayang sekali di beberapa bagian,jalananya tidak mulus,banyak sekali lubang-lubang yang mengganggu kenyamanan perjalanan. Setelah cukup lama terguncang guncang,akhir nya sampai juga di lokasi. Dari tempat parkir kendaraan perjalanan di lanjutkan dengan jalan kaki. Belum jauhkaki melangkah, saya di sambut oleh beberapa ekor lutung yang sedang bergelantungan di dahan pepohonan. Sebagai informasi lutung termasuk hewanendemik khas jawa barat. Saat ini keberadaan nya sudah mulai jarang,akibathabitat nya terganggu oleh manusia yang merambah hutan.Puas menikmati lutung yang sedang bermain main,perjalanan saya lanjutkan menuju curug gorobog. Pihak pengelola mengenakan tarif 2ooo rupiah untuk pengunjung dewasa,serta seribu rupiah bagi anak anak. Jalanan setapak ini di kanan kiri nya, merupakan lahan pertanian milik penduduk,lagi lagi pemandangan nya sangat cantik mempesona. Dan akhir nya terlihat lah sebuah pemandangan menakjubkan,limpahan air bergulung gulung menembus bebatuan dari ketinggian sekitar 40 meter,curug ini memiliki topografi yang khas,yaitu ber undak undak menyerupai perbukitan. hutan di kawasan ini masih lebat dan bagus,ini terlihat dari debit air di curug yang besar serta jernih. Bukti lain nya terlihat dari banyak nya lutung menghuni kawasan ini. tidak membuang waktu sayapun bergegas mendekati,jernih nya air mengundang para pelancong yang datang untuk menikmati kesegaran nya. Dari dekat ternyata undakan nya ada tiga buah,sayang sekali karena sulit nya akses menuju puncak undakan, saya hanya bisa menikmati keindahan nya dari bawah. nahmasih di lokasi yang sama terdapat juga curug lain nya,agak berbeda bentuk nya dengan curug pertama,curug ini bertopografi landai,namun debit air serta kejernihan nya,tidak kalah dengan curug pertama.saya pun tidak membuang waktumenikmati keindahan nya. Sepulang nya dari curug gorobog,saya meluangkan waktu sedikit menikmati panorama kebunthe yang letak nya tidak jauh dari tempat ini,di kejauhan tampak hutan lebat dengan pepohonan menjulang tinggi. Ini bukti tambahan bahwa di daerah ini kelestarian hutan nya masih terjaga.

BATU BLEK

Jika anda berjalan-jalan ke Tasikmalaya, sempatkanlah untuk berkunjung ke berbagai obyek wisata yang menarik yang berada di seputar Tasikmalaya. Ada Air Panas Galunggung - Kawah Galunggung, Situ Gede, dan jangan lewatkan untuk berkunjung ke obyek wisata yang satu ini : BATU BLEK . Di kecamatan Cisayong, Batu Blek sudah sangat terkenal sebagai tempat wisata yang indah dan asri, airnya yang jernih danbening, Air Terjunnya yang sangat indah, udaranya yang sejuk karena berada di kaki pegunungan Galunggung, serta lingkungannya yang bersih merupakan nilaitersendiri bagi obyek wisata yang satu ini. Sayangnya, Batu Blek ini masih minim investor sehingga masih belum terjamah oleh wisatawan-wisatawan luar daerah kecamatan Cisayong dan sekitarnya. Masyarakat Kecamatan Cisayong dan Desa Santanamekar, letak obyek wisata Batu Blek ini berada, terkenal ramah dan memiliki budi pekerti yang luhur (seperti penulis.. hahaha, promosi.). Disamping itu, jika anda berkunjung ke Batu Blek, anda bisa mencoba berbagai oleh-oleh khas daerah Cisayong, yaitu kelontong, opak, ranginang, wajit, gula aren dan sebagainya. Lokasi batu blek yang cukup terpencil, menjadi kendala utama selain masalah promosi yang belum giat dilakukan oleh Pemda setempat. Akses jalan menuju batu blek hanya bisa dilalui oleh 1 buah mobil sehingga menyulitkan dalam masalah arus pulang - pergi bagi obyek wisata batu blek

KUNINGAN

IKAN DEWA KUNINGAN Ingat Kota Kuningan Jawa Barat, kita teringat sebuah kota kecil berhawa sejuk dilereng Gunung Ciremai dan juga makanan khas Kuningan yang berupa Tape Ketan yang dibungkus dengan daun Jambu air, tentu saja dengan sensasi rasa yang pasti berbeda dengan tape ketan lainnya. Lokasi Kabupaten Kuningan, yang terletak di baratdaya Gunung Ciremai, Jawa Barat, memiliki banyak obyek wisata, baik wisataalam, sejarah maupun budaya. Tempat wisata yang dominan di Kuningan dan sekitarnya adalah wisata air di pegunungan antara lain pemandian Cibulan, pemandian Cigugur, pemandian airpanas Sangkahurip, pemandian Linggarjati,Si Domba, Paniis, Museum Linggarjati, waduk Darma dan masih banyak lagi. Salah satu di antara sekian banyak obyek wisata tersebut adalah kolam pemandian Cibulan. Kolam pemandian ini terletak di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana, sekitar 7 kilometer dari Kota Kuningan atau 28 kilometer dari Kota Cirebon. Obyek wisata Cibulan merupakan salah satu tempat wisata tertua di Kuningan. Obyek wisata ini diresmikan pada 27 Agustus 1939 oleh Bupati Kuningan saat itu, yaitu R.A.A. Mohamand Achmad. Sebagai catatan, selain di Cibulan, terdapattiga tempat rekreasi sejenis di Kuningan, yaitu: Kolam Linggarjati di kompleks Taman Linggarjati Indah, Kecamatan Cilimus; Kolam Cigugur, di Kecamatan Cigugur; dan Waduk Darma Loka di Kecamatan Darma. Untuk menuju lokasi pemandian Cibulan, dari Cirebon dapat menggunakan angkutanumum jenis “elf” dengan tarif antara Rp3.000,00-Rp4.000.00 per orang. Namun, jika dari terminal Kuningan dapat menggunakan angkutan kota jurusan Cirendang-Cilimus, dengan tarif antara Rp2000,00--Rp3.000,00 per orang. Air yang dingin , jernih dan udara yang segar dapat membantu merilekkan kepenatan pikiran dan badan Anda. Anda bersama keluarga dapat menikmati segarnya air kola mini, dan jangan lupa membawa minuman hangat untuk membantu agar putra-putri Anda tidak kedinginan selama berenang di kolam tersebut. Namun Anda tidak usah terlalu risau pada masalah tersebut karena di pinggir kolam tersedia beberapa warung yang menjajakan makanan ringan dan minuman hangat yang siap melayani permintaan Anda. Kondisi Kolam Di dalam objek wisata ini terdapat dua kolam besar yang berbentuk persegi panjang. Kolam pertama berukuran 35x15 meter persegi dengan kedalaman sekitar 2 meter. Sedangkan, kolam kedua berukuran 45x15 meter persegi yang dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama berkedalaman60 sentimeter dan bagian kedua berkedalaman 120 sentimeter. Kedua kolam ini selalu dikuras sekali dalam dua minggu, atau bisa lebih. Hal itu bergantungkebersihan air. Setiap kolamnya dihuni olehpuluhan ikan yang berwarna abu-abu kehitaman dan disebut sebagai kancra bodas atau ikan dewa (cyprinus carpico). Ukurannya berbagai macam mulai dari yang panjangnya 20-an sentimeter hingga 1 meter. Ikan Dewa adalah sejenis ikan yang dikeramatkan oleh penduduk di sekitar wilayah Desa Manis Kidul karena dipercaya mempunyai keistimewaan tertentu. Menurut cerita yang berkembang di kalangan Masyarakat Desa Manis Kidul dan masyarakat Kuningan pada umumnya, ikandewa yang ada di kolam Cibulan ini konon dahulunya adalah prajurit-prajurit yang membangkang atau tidak setia pada masa pemerintahan Prabu Siliwangi. Singkat cerita, prajurit-prajurt pembangkang tersebut kemudian dikutuk oleh Prabu Siliwangi sehingga menjadi ikan. Konon ikan-ikan dewa ini dari dulu hingga sekarang jumlahnya tidak berkurang maupun bertambah. Apabila kolam dikuras, ikan-ikan ini akan hilang entah kemana, namun saat kolam diisi air, mereka akan kembali lagi dengan jumlah seperti semula. Terlepas dari benar atau tidaknya legenda itu sampai saat ini tidak ada yang berani mengambil ikan ini karenaada kepercayaan bahwa barang siapa yangberani mengganggu ikan-ikan tersebut akan mendapatkan kemalangan. Meski semua kolam itu dihuni puluhan ikankancra bodas atau ikan dewa, kolam-kolam di Cibulan dibuka sebagai kolam pemandian umum. Tempat rekreasi ini dilengkapi pula dengan fasilitas khas tempat pemandian, seperti tempat ganti pakaian, 6 buah kamar kecil dan 2 buah kamar mandi untuk tempat bilas seusai berenang. Selain kolam dengan ikan dewanya yang jinak, di sudut barat pemandian ini juga terdapat tujuh sumber mata air yang dikeramatkan yang bernama Tujuh Sumur. Tujuh mata air ini berbentuk kolam-kolam kecil yang masing-masing mempunyai nama tersendiri, yaitu: Sumur Kejayaan, Sumur Kemulyaan, Sumur Pengabulan, Sumur Cirancana, Sumur Cisadane, Sumur Kemudahan, dan Sumur Keselamatan. Di antara ketujuh sumur itu, konon ada salah satu sumur yang berisikan Kepiting Emas, yaitu Sumur Cirancana. Apabila ada orang yang sedang mujur dan dapat melihat wujud dari Kepiting Emas itu, maka segala keinginannya akan terkabul. Tujuh mata air itu terletak mengelilingi sebuah petilasan yang konon merupakan petilasan Prabu Siliwangi ketika ia beristirahat sekembalinya dari Perang Bubat. Petilasan itu berupa susunan batu seperti menhir dan dua patung harimau loreng (lambang kebesaran Raja Agung Pajajaran). Tujuh sumur dan petilasan Prabu Siliwangi ini sering dikunjungi orang untuk berziarah, terutama pada malam Jumat Kliwon atau selama bulan Maulud dalam penanggalan Hijriah. Mereka percaya bahwa air di tempat itu akan membawa berkah dan dapat mengabulkan permohonan mereka. Air di Cibulan selalu bersih, bening, sejuk, dan melimpah, meskipun pada musim kemarau panjang. Itulah sebabnya, selain sebagai tempat rekreasi, Cibulan juga dijadikan sebagai sumber air untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kuningan dan dimanfaatkan Pertamina untuk memasok kebutuhan air bersih di dua kompleks miliknya, yaitu Padang Golf Ciperna di Kota Cirebon, dan Kantor DaerahOperasi Hulu Jawa Bagian Barat (DOH JBB) di Klayan, Kabupaten Cirebon. Obyek Wisata Cibulan yang dikelola oleh Pemerintah Desa Manis Kidul ini setiap minggunya mendapat pemasukan rata-rata mencapai Rp1.500.000,00. Uang sebesar itu didapat dari penjualan tiket masuk seharga Rp2.000,00 untuk orang dewasa dan Rp.1.000,00 untuk anak-anak. Namun, pada saat Lebaran jumlah pemasukan bisa mencapai Rp.50.000.000,00 per minggu karena jumlah pengunjungnya naik puluhan kali lipat dibanding hari-hari biasa. Selama masa Lebaran ini harga tiket masuk dinaikkan menjadi Rp3.000,00 untuk orang dewasa dan Rp1.500,00 untuk anak-anak. Kolam pemandian Cibulan juga menjadi sumber pendapatan bagi penduduk Desa Manis Kidul dengan menjadi pedagang asongan atau membuka warung makan di sekitar tempat itu. Saat ini terdaftar 20 warung permanen di luar komplek kolam dan 14 pedagang asongan resmi yang diizinkan berjualan di dalam kompleks kolam. Mereka kebanyakan menjual minuman ringan dan makanan kecil serta makanan ikan berupa kacang atom dan ikan wader. Mulai tahun 2010 pemandiaan Cibulan menambah satu wahana yaitu Flying fox yang melintas di atas kolam utama, sebetulnya Pemkab Kuningan bisa saja membenahi lokasi pemandian tersebut selain menambah beberapa wahana permainan anak-anak juga masalah kebersihan perlu di atasi, karena kolam pemandian yang di bawah rindangnya pepohanan besar menimbulkan sampah dedaunan yang bertebaran di samping sampah-sampah yang berasal dari pengunjung, terutama pada saat liburan lebaran perlu kerja extra untuk mengatasi hal tersebut. Jadi kapan Anda mau ke sana, bersama keluarga….?

AIR PANAS CI ATER

AIR PANAS CIATER Sari Ater Hot Spring Resort atau lebih dikenal dengan obyek wisata air panas Ciater, terletak pada kawasan pegununganSubang, di kaki gunung Tangkubanparahu, tepatnya di Desa Ciater, Kecamatan Ciater Kab.Subang. Obyek wisata ini merupakan salah satu obyek terpopuler di Indonesia, para wisatawan dapat menikmati sumber mataair panas yang berasal dari kawah aktif Gunung Tangkubanparahu yang terletak tidak jauh dari obyek wisata sari ater, sumber mata air panas tersebut disajikan dalam bentuk kolam dan kamar rendam dengan desain yang unik, yang tersebar dibeberapa lokasi obyek wisata sari ater. Dengan luas areal 30 ha dan pesona alam khas pegunungan, Sari Ater hot spring resort banyak memberikan fasilitas wisatabagi para wisatawan yang berekreasi bersama keluarga selain untuk berendam juga dapat menikmati keindahan alam pegunungan yang masih asri. Untuk menuju ke obyek wisata ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi baik roda 2 maupun roda 4 atau angkutan umum. Adapun waktu tempuh ke obyek wisata sari ater, yaitu dari kota Subang sekitar 40 menit kearah selatan sedangkan dari Bandung sekitar 55 menit dan dari Jakarta via tol Sadang dengan waktu tempuh sekitar 3 jam serta dari Tangkuban parahu kurang lebih 10 menit. Kondisi jalan menuju kawasan ini, baik dari subang maupun Bandung sangat baik. Namun yang perlu diperhatikan mengenai kondisi kendaraan, karena menuju lokasi baik dari Subang maupun Bandung akan melalui tanjakan yang cukup berat.

PANORAMA LEMBANG

panorama Lembang Bukit-bukit menghijau terhampar, udara sejuk menyelimutinya, pemandangan yangindah melukiskan keasrian, kerindangan dan kedamaian, jauh dari hiruk pikuk suasana kota Jakarta yang sudah penuh sesak, dengan asap knalpot kendaraan yang padat merayap disetiap ruas jalan uhf..sudah tak bisa dikiaskan dengan kata-kata . Mungkin itulah deskripsi dari perjalanan singkat saya dibeberapa kota Jawa Barat yang masih menyimpan ketenangan , kesejukan, keasrian dan kerindangan serta panorama yang mengagumkan dan menentramkan jiwa kita, solusi yang cukup jitu untuk mengusir kepenatan di perkotaan, beberpa tempat tersebut yang masih menyimpan kesejukan dan keindahan alamnya

SITU CIBURUY

Wisata ke Situ Ciburuy Bandung Situ Ciburuy adalah sebuah danau buatan yang ada di Padalarang atau wilayah barat kota Bandung. Situ Ciburuy menjadi sangat terkenal karena dikutip dalam sebuah lagu yang sangat populer di buat orang Sunda, Bubuy Bulan. Berikut syairnya, "Situ Ciburuy lauknya hese dipancing" yang artinya Situ Ciburuy ikannya sulit dipancing. Lagu ini membuat penasaran saya, makanya pas wisata ke sana, saya tanya sama Mang yang mendayung sampan. Kenapa mang Situ Ciburuy kok ikannya sulit dipancing ?? Mang menjawab, ya memang ikannya sulit dipancing, karena danau ini kalau musim kemarau airnya menjadi kering, bahkan kalau musim kering pernah digunakan untuk track motor corss.. Weleh... Ada juga orang main motor cross didalam danau ??? Untuk mencapai kesana sangat mudah, dari Bandung anda bisa ambil arah barat ke arah Padalarang. Setelah keluar tol Padalarang terus menuju ke arah Cianjur. Nanti sesampai di terminal Damri Anda bisa parkir ke kanan jalan. Nah dari situ akan nampak situ Ciburuy... Setelah itu Anda masuk gerbang bayar dan siaplah anda berwisata di situ Ciburuy yang terkenal ikannya sulit dipancing.

WADUK SAGULING

Salah satu tiga waduk yang dipunyai Sungai Citarum adalah Waduk Saguling, dimana Saguling adalah waduk dengan posisi teratas. Dua waduk lainnya yaitu waduk Cirata dan waduk Jatiluhur. Waduk Saguling adalah waduk buatan yang terletak di Kabupaten Bandung Barat pada ketinggian 643 m di atas permukaan laut. Lokasinya kurang lebih 1,5 jam dari exit tol Padalarang. Tidak terlalu susah untuk menuju waduk ini, exit tol Padalarang ambil arah Cianjur. Kurang lebih 8 kilometer kemudian, anda akan ketemu pertigaan Raja Mandala. Kemudianbelok kiri, dan selanjutnya tinggal mengikuti penunjuk arah, waduk Saguling terletak 13 kilometer dari pertigaan Raja Mandala. Semula, Waduk Saguling direncanakan hanya untuk keperluan menghasilkan tenaga listrik. Pada tahap pertama pembangkit tenaga listrik yang dipasang berkapasitas 700 MW, tetapi bila di kemudian hari ada peningkatan kebutuhanlistrik pembangkit dapat ditingkatkan hingga mencapai 1.400 MW. Selanjutnya, dengan mempertimbangkan permasalahan lingkungan di daerah itu, Saguling ditata-ulang sebagai bendungan multiguna, termasuk untuk kegunaan pengembangan lain seperti perikanan, agri-akuakultur, pariwisata, dan lain-lain. Sekarang, waduk ini juga digunakan untuk kebutuhan lokal seperti mandi, mencuci, bahkan untuk membuang kotoran. Hal ini membuat Waduk Saguling kondisinya lebihmengkhawatirkan ketimbang Waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur yang sudah dibangun lebih dahulu. Hal tersebut terjadikarena sebagai pintu pertama Sungai Citarum, di Saguling inilah semua kotoran"disaring" untuk pertama kali sebelum kemudian disaring kembali oleh Waduk Cirata dan terakhir oleh Waduk Jatiluhur. Daerah di sekitar Waduk Saguling berupa perbukitan, dengan banyak sumber air yang berkontribusi pada waduk. Hal tersebut membuat bentuk Waduk Saguling sangat tidak beraturan dengan banyak teluk. Daerah waduk ini asalnya adalah berupa daerah pertanian. Selain untuk mengairi persawahan penduduk sekitar, waduk ini juga menjadi slaah satu alternatif wisata warga, bahkan di hari-hari libur wisatawan luar kota juga banyak yang datang. Banyak hal yang bisa dilakukan di sekitar Saguling, memancing, naik perahu keliling danau, santai di atas waduk dan permainan air lainnya. Yang pasti berada disekitar waduk cukup sejuk udaranya, cocok sekali untuk wisata keluarga

BUKIT ALAM HEJO

"BUKIT ALAM HEJO" KECAMATAN SINDANG BUKIT ALAM HEJO Desa Pasir Ayu Kecamatan Sindang Kabupaten Majalengka W isata alam ada lagi di Kabup aten Majalengka tepatnya di Desa Pasir Ayu Kecamatan Sindang, Sekarang Wisata Alam di Kabupaten Majalengka sudah Banyak Pilihannya. Water Bom yang ada di Kabupaten Majalengka Selain “TIRTA INDAH”di Sindangwangi, di Bukit Alam Hejo juga rencana akan dibangun Water Bom tapi pas aku kesana Water Bom nya belum selesai. Tapi kayanya Water Bom “TIRTA INDAH” lebih tinggi dan besar. Kalu di Bukit Alam Hejo kayanya kecil tapi ga tau juga si, soalnya belum selesai dibangunnya…hehehehe…. Suasana Alamnya Indah, cocok untuk liburan keluarga yang menginginkan suasana alam yang sejuk, buat nongkrong bareng teman-teman juga asik lah, fasilitasnya juga lumayan banyak, ada kolam renang untuk anak-anak dan dewasa, flying fox, Kuda Tunggang, Suasana alam yang segar,Bumi Perkemahan, dan berbagai acarapun suka digelar disini, seperti kemarin pada tanggal 14-15 juni di gelar acara dari telkomsel acara ulang tahun yang pertamaMALCOM(Majalengka Outlet Community) seluruh Outlet Peserta Jambore Malcom Se Kabupaten Majalengka mengadakan kemping di “BUKIT ALAM HEJO” berbagaihiburan pun di gelar di sini, berangkat lewat Perempatan Sukahaji ngidul arah Desa Paniis-Maja terus ke Asromo pulangnya ke Desa Sindang karena lebih cepat lewat Sindang bagi saya yang berada rumahnya di Rajagaluh, kalu balik lagi pulangnya lewat sukahaji waaah ya muter lagi... Untuk menuju Wisata Alam ini, jika sobat memakai kendaraan Roda Empat/Mobil, saya sarankan sobat melewati Asromo bisa lewat Maja terus belok ke Desa Paniis atau lewat Perempatan Desa Sukahaji, yang bawa mobil dari arah Cirebon Via Rajagaluh-Majalengka … kalu perjalanan menuju BUKIT ALAM HEJO dari Rajagaluh hanya bisa di lewati jika sobat memakai kendaraan Roda Dua/Sep eda Motor karena kalau lewat Rajagaluh pas Menuju Desa Pasir ayu akan melewati Sasak/Jembatan Gantung yang hanya bisa di lewati oleh Roda Dua Seperti Sepeda motor juga Pejalan Kaki. Kondisi jalan dari rajagaluh sampai Desa Sindang bagus tapi pas menuju Desa Pasir Ayu kondisi jalan aga sedikit jelek bisa dibilang rusak lah, asiknya pas melwati jembatan gantung ituwahhh mantap lah…eit jangan salah, kalu lewat sini wlaupun jalannya agak sedikit rusak tapi pemandangan nya cukup indah loooh…Jika sobat ingin melihat/melewati sasak gantung/jembatan gantung ini, routenya sama ko, dari Rajagaluh searah dengan Wisata Prabu Siliwangi yang ada di Desa Pajajar. Kalu udah nyampe Desa Sindang kurang lebih 10menitan juga nyampe ke BUKIT ALAM HEJO… Selamat Berwisata ……

PANTAI PONDOK BALI

PANTAI PONDOK BALI Pantai Pondok Bali merupakan obyek wisata pantai yang terletak di Desa Mayangan Kecamatan Legonkulon Kab. Subang. Hamparan pasir yang membentang di pesisir laut utara menjadikan ciri khas wisata pantai, para wisatawan yang berkunjung ke obyek ini dapat melakukan kegiatan rekreasi sepertiberenang, memancing di laut serta dapat menikmati keindahan pesona alam pada saat matahari terbenam. Fasilitas dan tarif Terminal perahu, arena bermain anak, arena voli pantai, area parkir, warung-warung makanan, dan kantor. Tarif masuk Rp 5.000 Aksesibilitas Jalan menuju obyek wisata ini sudah beraspal, sehingga pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi baik roda2 maupun roda 4 atau angkutan umum. Adapun waktu tempuh yaitu dari kota Subang sekitar 40 menit ke arah utara sedangkan dari Bandung sekitar 2,5 jam dan dari Jakarta via tol Cikopo lalu masuk jalur pantura dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam serta dari Pamanukan kurang lebih 15 menit. Alamat : Jl Raya Ciasem, Ds. Mayangan Legonkulon – Subang

BENDUNGA RETANG

Bendungan Rentang dengan koordinat -6.661539, 108.221169 merupakan kawasan irigasi di Kecamatan Jatitujuh, namun masyarakat setempat dan sekitarnya sudah banyak yang berkunjung untuk menikmati keindahan alam dan menikmati kesejukan alam di lokasi tersebut. Bendungan Rentang terletak di Desa Jatitujuh Kecamatan Jatitujuh dengan jarak tempuh + 30 Km dari pusat Kota Majalengka dengan luas 12 Ha. Objek Wisata ini memiliki potensi yang sangat baik untuk di kembangkan, namun lokasi ini belum tersentuh oleh pemerintah Kabupaten Majalengka. Akses menuju lokasi tersebut sudah baik dan lokasi tersebut dapat di tempuh dengan angkutan umum seperti angkutan desa Kadipaten - Jatitujuh. Potensi objek wisata ini perlu adanya perhatian khusus untuk menangani potensi pariwisata yang ada di desa Jatitujuh, sehingga Bendungan Rentang dapat dikembangkan menjadi objek wisata yang dapat menarik perhatian pengunjung. Bagi yg suka mancing sperti saya, bendungan rentang pas banget buat di jadikan tmpat brlibur... Mau ikut mancing..? yo mari ke bendungan renrang.. hehee..

TIRTA INDAH

» Ngojay Yuk di Kolam Renang Tirta Indah! Kalau cuaca sedang panas, enaknya pergi ke kolam renang dan menceburkan diri ke dalam kolam untuk membuat adem tubuh.Untuk itu, bagi Anda yang berada di sekitar Sindangwangi, Majalengka atau Anda yang sedang berkunjung/ berwisata ke kawasan ini bisa mencoba kolam renang yang kabarnya akan dikembangkan menjadi kolam renang berskala nasional: Kolam Renang Tirta Indah. Kolam Renang Tirta Indah merupakan sebuah kolam renang yang kepemilikannya dipunyai oleh perseorangan, Haji Ohim, yang merupakantempat rekreasi air yang murah dan mengasyikkan. Luas areal kolam ini mencapai 1,2 hektar. Di kompleks kolam renang ini terdapat setidaknya 3 buah kolam renang dewasa dan 1 kolam berukuran dangkal yang dikhususkan untuk anak-anak. Fasilitas yang ada di kolam renang ini cukup lengkap, dimana salah satunya yang paling menarik perhatian pengunjung ialah keberadaan water boom. Meskipun water boom ini tak sebesar water boom yang ada di Ancol namun tetap saja guyuran airyang jatuh dari tempat air raksasa ini menimbulkan suatu hal yang fantastis. Takhanya anak-anak yang nampaknya asyik bermain dan mandi disini, namun banyak juga orang dewasa yang betah berada di kolam renang ini. Dan sudah renang anak anak juga bisa lihat lihat binatang yg unik unik yg brada di sebelah kolam, di pinggir sirkuit ATF, bagi anak yg bisa mengendarai ATF ada banyak ATF yg di sewakan di sana. Kolam Renang Tirta Indah ini akan sangat ramai dijubeli pengunjung pada hari libur Nasional terutama ketika Idul Fitri, Idul Adha dan libur panjang sekolah. Di samping fasilitas utamanya sendiri berupakolam renang, papan luncur dan water boom , yang membuat pengunjung betah dan selalu ramai pengunjung adalah karena fasilitas pendukung lainnya yang cukup lengkap di sekitar arena rekreasi seperti tempat parkir kendaraan yang luas, toilet dan ruang ganti yang cukup banyak, tempat penitipan barang, dan juga tersedianya cafetaria dan warung makan. Lokasi Kolam Renang Tirta Indah berada di Jalan Kramat Rajagaluh, Desa Ujung Berung, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat –Indonesia.

PELABUHAN RATU

Pelabuhan Ratu, Pesona yang Terlupakan.. Makna ombak dan gelombang laut mungkin tak pernah sama di mata orang. Pemandangan pantai dan laut lepas yang bergelombang yang menghasilkan alunan suara yang khas selalu saja membuat orang yang menikmatinya terlena. Kekaguman, penasaran bahkan rasa takut berbaur menjadi satu ketika sapuan ombak laut menghampiri dan menerpa kaki serta tubuh kita. Bagi para turis ombak justru menjadi sahabat yang selalu di tunggu kedatangannya, makin besar dan tinggi ombak makin bersemangat sang pelancar menikmatinya, entah apa yang ada di hatinya ketika ia berdiri tepat diatas gelombang lautan yang bergemuruh seakan berlomba mencapai tepian. Panorama pantai ternyata bisa jadi obat yang mujarab bagi kita setelah sekian waktu selalu dilingkupi rutinitas yang bisa membuat kita jenuh, suntuk bahkan depresi. Wisata pantai juga bisa kita dapatkan dengan harga yang relative murah, dengan berbagai kegiatan yang bisa kita nikmati, berenang misalnya. Salah satu pantai yang layak kita kunjungi adalah pantai Pelabuhan Ratu. Selain indah, pantai yang terletak sekitar 4 jam perjalanan darat dari Kota Hujan Bogor ini memiliki berbagai kelebihan di banding pantai lainnya di Indonesia. Pantai pelabuhan ratu merupakan pantai yang memiliki keindahan panorama yang khas. Perpaduan antara pantai yang curam, pantai landai, karang terjal yang dilatar belakangi cagar alam hutan dan gunung serta sungai yang aliran derasnya dapat digunakan untuk arena arung jeram. Di sekitar Pantai Pelabuhan Ratu, paling tidak ada sembilan titik lokasi main surfing. Dari Batu Guram, Karang Sari, Samudra Beach, Cimaja, Karang Haji, Indicator, Sunset Beach, Ombak Tujuh dan Ujung Genteng. Di bulan-bulan tertentu antara Mei- sampai Oktober lokasi-lokasi ini biasanya akan ramai dikunjungi para peselancar. Untuk kegiatan di darat, kita bisa jalan-jalan menuju sumber air panas di Cisolok. Letaknya sekitar 17 kilometer dari kota Pelabuhan Ratu. Sumber air panas ini sangat cocok untuk membersihkan kulit dari segala macam penyakit. Maklum, airnya mengandung unsur belerang yang tinggi. Sebagian besar para wisatawan yang berkunjung baik itu lokal maupun manca negara boleh dikatakan datang ke Pelabuhan Ratu karena latar belakang misteri dibalik keindahan panoramanya, disaat-saat tertentu banyak acara ritual yang sering digelar penduduk setempat sebagai rasa terima kasih mereka terhadap sang penguasa laut selatan. Mitos yang menceritakan bahwa Pelabuahn Ratu adalah tempat berkuasanya Sang Ratu Pantai Selatan Nyai Roro Kidul merupakan daya tarik tersendiri bagi para penginjung. Apa lagi disekitar lokasi pantai tepatnya di Karang Hawu terdapat tempat Petilasan (persinghahan) Ratu Pantai Selatan, yang dapat dikunjungi untuk melakukan ritul tertentu ataupun hanya sekedar mampir untuk melihat-lihat. Di komplek yang dikeramatkan oleh penduduk setempat ini, terdapat sekurangnya dua ruangan cukup besar yang didalamnya terdapat beberapa makam yang dipercaya penduduk sebagai makam Eyang Sanca Manggala, Eyang Jalah Mata Makuta dan Eyang Syeh Husni Ali. Di beberapa ruangan juga terpampang foto sang penguasa Laut Selatan Nyi Roro Kidul yang lumayan besar. Untuk urusan penginapan, di sepanjang pantai banyak terdapat penginapan dengan harga yang berfariasi dari yang murah dengan fasilitas seadanya sampai hotel berbintang yang sudah jelas mempunyai fasilitas yang lebih memadai. Atau anda bisa memilih Hotel Inna Samudra Beach yang juga tidak bisa di lepaskan dari banyak mitos yang berkembang di lingkungan setempat bahkan mungkin di Jawa Barat, karena Hotel berbintang empat yang dahulu sering di kunjungi Presiden RI pertama ini memiliki satu kamar unik yaitu kamar 308 yang menurut cerita pernah di singgahi Nyai Roro Kidul. Di kamar ini anda juga bisa melakukan ritual atau sekedar melihat-lihat untuk mengobati rasa penasaran. Setelah puas berkeliling menikmati keindahan panorama Pantai Pelabuhan Ratu, anda juga bisa mengunjungi tempat pelelangan ikan dan membeli beberapa jenis mahluk laut untuk sekedar oleh-oleh yang khas dari Pelabuhan Ratu di akhir acara liburan anda. Lokasi pelelangan berbagai macam jenis penghuni laut ini tidak jauh dari terminal bus Pelabuhan Ratu. Anda tertarik

PANTAI KARANG HAWU

PANTAI Karanghawu yang terletak di Desa Cikakak, Kec. Cisolok,Kab. Sukabumi, selama ini dikenal karena kisah mistisnya. Pantai yang berjarak sekitar 73 kilometer dari Kota Sukabumi itu dengan koordinat 6°57,29′S 106°27,611′E , dipercaya sebagian masyarakat sebagai lokasi bagi singgasana Lara Kadita, Putri Prabu Siliwangi atau yang lebih populer dengan Nyi Roro Kidul. Sebagian lagi menyebutnya Kanjeng Ratu Kidul dan Nyi Blorong. Persisnya, singgasananya terletak di atas bukit karang yang menjorok ke lautan lepas Samudra Hindia. Di bukit karang itulah Nyi Roro Kidul diyakini pernah menyendiri dan bertapa. Cerita legenda tersebut tak hanya berkembang di masyarakat Sunda, tapi juga konon dipercaya presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Konon, Sang Proklamator itu pernah bertapa di patilasan Nyi Roro Kidul. Dalam cerita rakyat Sunda disebutkan, NyiRoro Kidul atau Putri Lara Kadita adalah putri kesayangan dan paling dicinta ayahnya, Prabu Siliwangi. Selain dikagumikarena kecantikan parasnya, sang putri juga dikenal berbudi halus. Kecantikan dan kasih sayang berlebih itulah yang kemudian menimbulkan rasa iri dan dengkipara selir Prabu Siliwangi. Puncaknya, para selir itu mengirim sihir sehingga sangputri menderita penyakit kulit yang tak ada obatnya. Sang putri pun terusir dari istananya dan berjalan menuju ke arah selatan hingga ke puncak bukit Karanghawu untuk kemudian bertapa. Dalam tapanya, sang putri mendapat wangsit untuk terjun ke laut selatan (Samudra Hindia) agar sakitnya pulih dan menjadi manusia sakti. Karena kesaktiannya itulah, sang putri kemudian menjadi penguasa Laut Selatan dan berjuluk Ratu Laut Selatan atau Kanjeng Ratu Kidul.

BENDUNGAN CIRATA

bendungan cirata bendungan cirata yang terletak di perbatasan purwakarta dan bandung barat, tempatini cukup menarik untuk di kunjungi, tempat ini menyediakan pemandangan yang lumayan indah dan sejuk di waktu pagi2..... dan tempat ini juga menyediakan wisata kuliner, anda bismenikmti sajian ikan bakar nasiliwet yang di sediakan oleh wrung2 lesehan yang sederhana, mungkin ada dan teman2 ingin mengadakan acara makan2 tempat ini mingkin cocok untuk ada, tidahanya nasi liwet dan ikan bakar saja yang tersedia di sini, mungkin anda yang belum pernah naik perahu anda juga bisa menik mati danaou cirata dengan perahu sewan yang di sediakan di tempat ini, anda bisa melihat suasana di danau cirata ini dan kolam terapung yang ada di danau cirata.untuk anda yang hobi... untuk anda yang hobi memancing, anda bisa juga memancing di pingiran danau cirata, bisa juga menyewa lapak pemancingan yang di sediakan oleh penduduk setempat, bila anda yang tida suka memancing, anda bisa langsung beli saja... ikannya segar2

PANTAI JAYANTI

Pantai yang indah dan menarik ini berdampingan dengan Cagar Alam Bojonglarang dan pelabuhan nelayan. Pantai ini masih alami dengan ombak yang indah dan angin bertiup perlahan-lahan menambah nyamannya berekreasi tempat ini. Berlokasi di Kecamatan Cidaun, yang jaraknya 139 Km dari Kota Cianjur. Keberadaan Pantai Jayanti memang belum sepopuler Pangandaran, Ciamis, atau Pelabuhanratu, Sukabumi. Tapi panorama alamnya, tak kalah dengan dua obyek wisata tersebut. Itulah Pantai Jayanti di Desa Cidamar, Kecamatan Cidaun, Cianjur selatan, Jawa Barat, sekitar 143 km arah selatan dari pusat Kota Cianjur. Pantai Jayanti yang baru ditata tahun 80-an dan dikenal sebagai obyek wisata sepuluh tahun kemudian, memang belum mampu menandingi kepopuleran Pangandaran dan Pelabuhanratu yang sudah berkembang puluhan tahun lebih dulu. Yahya (46), warga Kota Cianjur mengatakan, kalau terus ditata, Jayanti akan semakin ramai dikunjungi wisatawan. “Saya dan keluarga senang berlibur ke sini, karena selain pemandangannya cukup indah dan bisa menikmati gurihnya ikan bakar, juga udaranya masih sangat bersih,”katanya. Jayanti memang masih terbebas dari polusi apa pun, apalagi polusi udara atau pencemaran air. Pemukiman penduduk saja belum terlalu banyak. Kecuali barangkali adanya bau anyir ikan, dan ini sebetulnya aroma khas sebuah objek wisata yang sekaligus merupakan sebuah pelabuhan nelayan. Di sana terdapat bangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), serta di depannya terdapat kios-kios pengecer ikan dan kios jajanan lain serta warung nasi yang dapatmenyediakan ikan bakar sesuai pesanan. Kondisi pantainya sendiri terbangun atas pasir laut di sebelah kanan dan batu-batu karang di sebelah kiri. Ombak samudera bergulung-gulung, lalu berdebur menerpa batu-batu karang. Beberapa puluh meter dari pantai terdapat pelataran parkir cukup luas. Hanya beberapa puluh meter pula terdapat beberapa penginapan milik swasta. Tarifnya relatif murah, rata-rata Rp 75 ribu per malam. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur terus menata Jayanti melalui dua dinas terkait, Dinas Perhubungan Pariwisata (Dishubpar) dan Dinas Peternakan Perikanan (Disperik). Dishubpar misalnya, melakukan penataan agar Jayanti bisa menjadi obyek wisata pantai yang semakin nyaman, antara lainmenanam popon-pohon pelindung sekaligus peneduh, membangun kios untukpara pedagang setempat serta merelokasiwarung-rumah (warung yang sekaligus dijadikan tempak tinggal) ke tempat yanglebih pantas tapi masih dalam areal Jayanti. Sedangkan penataan yang dilakukan Disperik antara lain membangun TPI dan dermaga sepanjang lebih-kurang 200 meter. Pembangunan dermaga ini merupakan proyek awal dari rencana pengembangan Jayanti sebagai pelabuhansetingkat Palabuanratu, sehingga nantinya Jayanti menjadi obyek wisata pantai yang refresentatif. Pantai Jayanti bisa ditempuh dari Kota Cianjur dan Bandung melalui dua ruas jalan, yakni ruas jalan Kota Cianjur-Sindangbarang-Cidaun dan Bandung-Ciwidey-Naringgul-Cidaun. Tapi untuk menuju Jayanti melalui ruas jalan Bandung-Naringgul-Cidaun yang berkelok-kelok dan naik-turun, lebih baik menggunakan kendaraan pribadi karena angkutan umum dari bandung hanya sampai di Balegede. Kecuali pengunjung mencarter angkutan umum bisa sampai ke Pantai Jayanti. Karena itu wisatawan yang datang ke Jayanti umumnya menempuh perjalanan dari Kota Cianjur. Di Kota Tauco ini, tepatnya di Terminal Pasirhayam, cukup tersedia angkutan umum berupa bus dan Elf yang langsung menuju Cidaun dengan waktu tempuh sekitar 4 jam. Dari sini, sejauh 8 km, naik ojek sampai Jayanti.

CURUG MUARA JAYA

Curug Muara Jaya , yang ada di Desa Argamukti , kecamatan Arga pura , Kabupaten Majalengka . Curug Apuy (sebutan lainnya). curug biasanya adalah sebutan lain dari air terjun . Yang namanya wisata alam memang tidak dibuat-buat, semuanya alami dengan sendirinya ada. Orang-orang, dalam hal inipemerintah setempat hanya mengelola tempat tersebut sehingga keadaan nya bisa lebih terawat, bersih, aman, tertib, dan lebih dapat dinikmati oleh pengunjung.Dan memang itulah tugas pemerintah setempat untuk melakukan hal demikian, sehingga dapat menambah pendapatan daerah. Curug MuaraJaya , kalo dari Kota Majalengka jaraknya yaitu sekitar 23 KM. Jika menggunakan sepeda motor sendiri maka dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih antara 40 – 60 menit, ya tapi tergantung keadaan motor dan pengemudinya sendiri sih. Soalnya jalannya itu lho, naik, nanjak kalo kata bahasa Sunda mah. Udah jalan nya jelek lagi, ya, setengah perjalanan dari Pasar Maja (12 KM dari Kota Majalengka) ke Lokasi Curug itu jaraknya sekitar 11 KM, setengahnya rusak bener, udah jalannya nikung, nanjak, rusak, kecil lagi.hehehe.. Cuma cukup buat mobil kecil ajah, kalo mobil truck berpapasan itu agak sulit tuh, harus cari tempat yang agak lebar.hehehe.. Sepanjang perjalanan Kita juga bisa melihat suasana pemandangan perkebunanpalawija dan sayuran yang biasa di tanamdi daerah sana. Dan juga dapat melihat dataran yang ada di bawah. Untuk masuk ke Curug Muara Jaya , Kita akan membayar tiket masuk sebesar Rp 5.000,- per orang. Kemarin Aku sendiri, satu motor, 2 orang, itu bayarnya 12 ribu, mungkin yang 2000 untuk motornya kali yah..hehehe.. , di sana juga ada yang jual makanan dan minuman (soft drink), yang penting bawa bekal UANG saja yang banyak, cuyyyy…hehehe…. Ada taman bermain untuk anak-anak juga sekarang mah lho. Terus, yang pasti, selain wisata curug, Kitajuga bisa melakukan camping alias berkemah disana. Oiya, yang mau naek ke puncak Gunung Ciremai juga jalannya lewat sini lho, rute nya. yah?hehehe.. Maaf yah kalo salah..

KAMPUNG TAJUR

Kampung Tajur ini merupakan sebuah daerah yang dikembangkan sebagai tempat wisata berbasis wawasan lingkungan dan budaya setempat dengan melibatkan peran serta masyarakat yang tinggal di area tersebut (Ecotourism based on community development). Tradisi dan Budaya Tradisi dan budaya Sunda masih kental melekat pada masyarakat kampung Tajur. Hal ini langsung terlihat pada saat berkunjung kesana. Lingkungan yang masih asri, dengan rumah pangung khas Sunda menunjukkan sisi budaya yang kuat. Untuk memasak juga masih memakai peralatan tradisional (kayu bakar), meskipun ada juga yang menggunakan gasbantuan pemerintah. Untuk menghasilkan beras tak jarang pula masih menggunakanlumpang dan alu untuk menumbuk gabah.Selain itu ada juga tradisi Ngenclengyang masih di jaga, masyarakat kampung Tajur memiliki sebuah tradisi atau kebiasaan unik yang sampai saat ini masihdilakukan, yaitu Ngencleng dimana setiap warga meletakkan sebuah bambu yang berisi beras di depan pintu rumah mereka masing-masing. Tradisi Ngecleng ini dilakukan oleh masyarakat untuk mengantisipasi bencana kelaparan apabila kampung mereka tertimpa musibah seperti gagal panen ataupun hasil panen kurang baik.Biasanya batang bambu berisiberas yang berukuran 10 cm itu akan diambil oleh petugas keamanan pada malam hari lalu mengumpulkan dan menyimpan beras-beras tersebut di balai desa. Simpanan beras-beras tersebut akan dipergunakan jika panen gagal dengan membagikannya secara merata kepada setiap penduduk atau dijual kembali ke pasar dan hasil penjualannya untuk menutupi kebutuhan kampung seperti pembuatan pagar dan perbaikan jalan.Kegiatan yang sudah dilakukan secara turun temurun di daerah ini selain Ngecleng adalah Tetunggulan. Tetunggungan atau kegiatan menumbuk padi ini tidak setiap hari dilakukan, hanya pada acara-acara khusus saja seperti penyambutan tamu, hajatan/syukuran, peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus). Fasilitas Adapun Fasilitas yang ada di Kampung wisata ini adalah : · Rumah tinggal yang menyatu dengan rumah penduduk (home stay) · Tempat Ibadah · Konsumsi, dapat diatur untuk masakan tradisional. · Tempat pertemuan · Untuk tambahan listrik dapat menyewa genset. Kegiatan Aktivitas yang dapat dilakukan selama berada di desa wisata Kampung Tajur ini sama persis dengan apa yang dilakukan oleh penduduk desa sehari-hari, yaitu : · Kegiatan disawah · Kegiatan di Kebun · Menyadap aren · Membuat Gula Aren · Mengambil rumput untuk ternak · Membuat Rangginang Lokasi Untuk mencapai Desa Wisata Kampung Tajur, Pasanggrahan, Purwakarta ini membutuhkanwaktu kurang lebih 2,5 jam dari Jakarta. · Melalui Jalan Tol Jakarta – Cikampek kemudian menuju ke arah Bandung (Tol Cipularang) · Keluar di pintu Tol Jati Luhur, ikuti jalan (kurang lebih sejauh 21 Km) sampai pertigaan Sawit – Darangdan kemudian belok kiri. · Ikuti jalan tersebut sampai bertemu dengan gapura dan papan petunjuk Madrasah Aliyah · Kemudian masuk ke jalan tersebut. Pada ujung jalan akan ketemu dengan kelurahan (kira-kira sejauh 11 Km). · Bis-bis berukuran besar hanya dapatsampai disini. · Masuk ke jalan desa kurang lebih 3 KM untuk mencapai Kampung Tajur. *) Informasi selengkapnya silahkan buka di www.kampungtajur.com

gunung tangkuban perahu

Gunung Tangkuban Perahu Gunung Tangkuban Perahu atau juga sering disebut Tangkuban Parahu merupakan salah satu gunung terbesar di dataran Parahyangan . Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu berada di utara kota Lembang , sebelah utara kota Bandung. Udara sejuk, hamparan kebun teh, lembah dan tingginya pohon pinus menemani perjalanan Andamenuju pintu gerbang kawasan Tangkuban Perahu. Untuk memasuki kawasan Tangkuban Perahu, Anda harus membayar tiket Rp 13.000,- per orang ditambah tiket untuk kendaraan. Ada dua jalan menuju kawah-kawah yang ada di gunung ini. Jalan yang pertama atau jalan lama dengan kondisi jalan yanglebih sulit untuk dilalui dan biasanya akan ditutup sehabis hujan atau saat dirasa membahayakan untuk dilewati. Penjaga loket akan memberi petunjuk untuk melewati jalan baru yang terletak lebih ke atas jika jalan ini ditutup. Sebelum tiket pembayaran di jalan pertama ini, terdapat pondok-pondok yang disewakan untuk tempat menginap. Melewati jalan baru, jalan beraspal memudahkan perjalanan kendaraan Anda. Pada sisi jalan yang berkelok-kelok terdapatbunga-bunga terompet dan pohon lainnya yang akan menyejukkan perjalanan Anda. Di kawasan gunung Tangkuban Perahu terdapat tiga kawah yang menarik untuk dikunjungi. Kawah tersebut adalah Kawah Domas , Kawah Ratu dan Kawah Upas . Kawah yang paling besar diantara ketiganya dan paling banyak dikunjungi adalah Kawah Ratu. Dengan beberapa jam berjalan kaki, Anda bahkan dapat mengitari Kawah Ratu yang begitu luas sambil menikmati keindahan panorama Gunung Tangkuban Perahu. Kawah Ratu Jika Anda datang menggunakan bus, tersedia tempat parkir khusus bus sebelum mencapai Kawah Ratu. Perjalanan dilanjutkan dengan mobil ELF yang akan mengantarkan Anda ke Kawah Ratu. Tetapi, jika Anda menggunakan kendaraan pribadi, Anda dapat terus menggunakannya sampai ke Kawah Ratu. Tersedia tempat parkir kendaraan di seberang kawah ini, sehingga tanpa melalui medan yang sulit dan menghabiskan banyak energi, Anda dapat melihat kawah ini. Mungkin ini juga menjadi salah satu alasan, kebanyakan pengunjung ada di kawah ini. Kawah Ratu langsung terlihat dari atas dengan pembatas pagar kayu untuk mencegah pengunjung terjatuh. Melihat dalamnya kawah, dinding-dinding kawah dan asap yang masih keluar dari kawah ini menciptakan pemandangan yang menggetarkan hati. Tanah di sekitar Kawah Ratu umumnya berwarna putih dengan beberapa batu belerang berwarna kuning. Batu-batuan dan suasana kering dan gersang terasa di kawah ini. Anda dapat mencoba mendaki ke daerah yang lebih tinggi jika ingin melihat kawasan Kawah Ratu secara menyeluruh. Di tempat ini banyak toko-toko sederhana yang menjual berbagai souvenir seperti syal, topi kupluk, tas dan topi bulu, berbagai pajangan dari kayu dan berbagai aksesories lainnya.Ada juga penjual makanan dan minuman hangat seperti mie rebus, bandrek dan lainnya. Anda juga dapat menunggang kuda untuk mengitari sebagian kawah ini. Kegiatan ini biasanya disukai anak-anak. Kawah Upas Kawah Upas terletak di sebelah Kawah Ratu. Tetapi, untuk dapat melihat kawah ini harus melalui medan yang berbahaya, Anda harus melewati jalan yang berpasir untuk mencapai kawah ini. Maka, sangat jarang pengunjung yang datang melihat kawah ini. Bentuk Kawah Upas berbeda dengan Kawah Ratu. Kawah Upas lebih dangkal dan mendatar. Kawah Domas Kawah Domas terletak lebih bawah daripada Kawah Ratu. Jika Anda dating melalui jalan baru, Anda akan menemukan pintu gerbang menuju Kawah Domas terlebih dahulu sebelum menuju Kawah Ratu. Jika pada Kawah Ratu Anda hanya akan melihat kawah dari kejauhan, pada Kawah Domas, Anda dapat lebih dekat dengan kawah. Bahkan, Anda dapat mencoba merebus telur dengan memasukkannya ke dalam kawah. Jika Anda ingin melihat Kawah Domas melewati jam 16.00 WIB, Anda diharuskan menggunakan jasa pemandu wisata. Manarasa Pohon yang banyak terlihat di sekitar kawah adalah pohon yang disebut oleh warga sekitar dengan nama Manarasa . Daun tanaman ini akan berwarna kemerah-merahan jika daun sudah tua. Daun yang sudah berwarna merah dapat dimakan dengan rasa mirip seperti daun jambu dengan sedikit rasa asam. Daun ini dapat mengobati diare dan dipercaya akan membuat awet muda. Mungkin daun ini dipercaya oleh masyarakat sekitar selalu dimakan oleh Dayang Sumbi yang awet muda dalam legenda terjadinya Gunung Tangkuban Perahu. Legenda Tangkuban Perahu Inti cerita legenda Tangkuban Perahu adalah seorang pemudayang bernama Sangkuriang ingin menikahi seorang wanita bernama Dayang Sumbi yang cantik. Mereka saling jatuh cinta. Tetapi, setelah menemukan bekas luka di kepala Sangkuriang, Dayang Sumbi mengetahui ternyata Sangkuriang adalah anaknya. Sangkuriang dahulu pergi karena merasa kesal dengan kemarahan ibunya. Dayang Sumbi marah karena Sangkuriang membunuh anjing kesayangan mereka ketika gagal berburu rusa untuk ibunya. Mengetahui Sangkuriang adalah anaknya, Dayang Sumbi tidakmau menikah dengan Sangkuriang. Maka, untuk menolak lamaran Sangkuriang, Dayang Sumbi minta dibuatkan sebuah perahu besarta danaunya dalam waktu 1 malam. Sangkuriang yang sakti meminta bantuan dari jin untuk memenuhi keinginan Dayang Sumbi. Melihat Sangkuriang hampir menyelesaikan pekerjaannya, Dayang Sumbi berniat menggagalkannya. Berkat doanya, ayam-ayam berkokok. Jin-jin yang membantu Sangkuriang berlarian ketakutan karena mengira hari sudah pagi. Akibatnya pekerjaan membuat perahu dan danau tidak selesai. Sangkuriang yang marah besar karena gagal menyelesaikan pekerjaanya menendang perahu buatannya. Perahu ini kemudian jatuh tertelungkup dan terjadilah GunungTangkuban Perahu. Jika dilihat dari kota Bandung, gunung ini menyerupai perahu yang terbalik. Keindahan kawah dari Gunung Tangkuban Perahu dan beberapa spot yang ada di sekitarnya juga menjadi salah satutempat bagi para calon pengantin untuk melakukan foto outdoor prewedding. Keindahan kawah-kawah dari Gunung Tangkuban Perahu dapat menjadi salah satu tujuan wisata jika Anda sedang mengunjungi kota Bandung. Anda dapat membawa anak-anak untuk melihan keindahan alam ini.